Press Release



DelapanKomaTujuh

untuk Turunkan Prevalensi Perokok Anak “DelapanKomaTujuh untuk Turunkan Prevalensi Perokok Anak merupakan gerakan masyarakat untuk mendorong Pemerintah melakukan Revisi PP 109/2012 agar prevalensi perokok anak turun menjadi 8,7% pada 2024”

Apa yang terjadi saat ini?

1. Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Produk Tembakau Bagi Kesehatan (PP109/2012) TERBUKTI GAGAL melindungi anak dari rokok karena prevalensi perokok anak semakin meningkat, dari sebelumnya 7,2% berdasarkan Riskesdas 2013 meningkat menjadi 9,1% berdasarkan Riskesdas 2018. Padahal RPJMN (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional menargetkan pada 2019 prevalensi perokok anakharus turun menjadi 5,4%.

2. Sejatinya tujuan dari implementasi PP 109/2012 adalah untukmelindungi kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungan dari dampak zat adiktif rokok. Dengan kegagalan ini berarti ADA YANG SALAH DAN TIDAK BERFUNGSI dari PP 109/2012.

3. Kegagalan PP 109/2012 dalam melindungi anak dari rokok antara lain karena iklan rokok masih diperbolehkan meskipun ada pengaturan. Ini menjadikan MASIH ADA CELAH YANG DIMANFAATKAN INDUSTRI ROKOK UNTUK BERIKLAN yang memang menyasar anak-anak menjadi perokok baru, antara lain melalui iklan di internet. Selain itu, pelarangan sponsor rokok dengan menggunakan merek dagang produk juga tidak dipatuhi dan tidak diawasi secara ketat. Selain itu PP 109/2012 juga gagal mencegah penjualan rokok kepada anak karena anak masih bebas membeli rokok bahkan secara batangan

4. Ini bagai menyimpan bom waktu yang suatu saat akan meledak dan menggagalkan Indonesia menikmati bonus demografi tahun 2030 dan Indonesia emas 2045. Karena dalam 10-20 tahun mendatang perokok anak hari ini terancam sakit atau meninggal di usia produktif. Bappenas memperkirakan jika tidak ada upaya signifikan melindungi anak dari bahaya rokok, PEROKOK ANAK AKAN MENCAPAI 15,95% ATAU SEKITAR 15 JUTA ANAK pada tahun 2030.

Copyright 2020 @ Delapan Koma Tujuh